Training Total Productive Management (TPM) – Dalam industri manufaktur modern, performa mesin dan peralatan adalah jantung dari produktivitas. Namun, kenyataannya banyak perusahaan masih berkutat dengan masalah klasik: kerusakan mesin mendadak (breakdown), kecepatan produksi yang menurun, hingga tingginya angka produk cacat akibat mesin yang tidak terawat. TPM hadir sebagai metodologi holistik yang tidak hanya berfokus pada perbaikan teknis, melainkan pada penguatan sistem manajemen yang melibatkan seluruh departemen untuk mencapai nol kerusakan, nol kecelakaan, dan nol cacat.
Kegagalan dalam mengelola keandalan aset mesin bukan hanya menghambat target produksi, tetapi juga memicu pembengkakan biaya operasional dan risiko keselamatan kerja. Oleh karena itu, Practis menghadirkan program Training Total Productive Management Implementation. Pelatihan ini dirancang untuk membekali tim operasional, pemeliharaan, dan teknik Anda dengan kemampuan mengelola siklus hidup mesin secara proaktif guna mencapai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada tingkat maksimal.
Mengapa Training Ini Penting?
Mengapa manajer produksi, tim engineering, dan staf operasional Anda wajib menguasai strategi TPM dari Practis? Berikut alasan strategisnya:
- Meningkatkan Efektivitas Mesin (OEE): Mengidentifikasi dan mengeliminasi 6 kerugian besar (Six Big Losses) yang menyebabkan efektivitas mesin menurun.
- Menghilangkan Downtime Tak Terduga: Mengubah pola pikir dari “perbaiki saat rusak” menjadi manajemen pencegahan dan pemeliharaan mandiri.
- Memperpanjang Masa Pakai Aset: Melalui teknik pemeliharaan yang terstandarisasi, investasi mesin perusahaan dapat memberikan ROI yang lebih panjang.
- Membangun Budaya Kepemilikan (Ownership): Mendorong operator untuk ikut bertanggung jawab atas kesehatan mesin yang mereka gunakan sehari-hari.
Tujuan Pelatihan
Setelah mengikuti pelatihan komprehensif ini, peserta diharapkan memiliki kompetensi sebagai pengelola produktivitas handal, meliputi:
- Mastering TPM Pillars: Memahami 8 pilar utama TPM dan cara mengimplementasikannya secara bertahap di organisasi.
- Autonomous Maintenance Mastery: Mampu menyusun draf program pemeliharaan mandiri (Jishu Hozen) bagi para operator lapangan.
- OEE Calculation & Analysis: Mahir dalam menghitung dan menganalisis angka OEE sebagai indikator performa produksi sejati.
- Loss Analysis: Terampil dalam memetakan pemborosan energi, waktu, dan material di area kerja manufaktur.
Materi Inti Pelatihan
Modul 1: The Evolution & Principles of TPM
- Sejarah TPM dan kontribusinya terhadap manufaktur kelas dunia (World Class Manufacturing).
- Filosofi TPM: Mencapai nol kerusakan (Breakdown) dan nol kecelakaan kerja.
- Sinergi antara Produksi dan Pemeliharaan (Maintenance).
Modul 2: Measuring OEE & The Six Big Losses
- Teknik perhitungan Overall Equipment Effectiveness (Availability, Performance, Quality).
- Analisis 6 jenis kerugian mesin: Breakdown, Setup, Idling, Speed, Defect, dan Startup losses.
- Workshop: Simulasi perhitungan OEE dari data operasional nyata.
Modul 3: Autonomous Maintenance (Pilar Jishu Hozen)
- 7 Langkah penerapan Pemeliharaan Mandiri oleh operator produksi.
- Teknik pembersihan, lubrikasi, inspeksi, dan pengencangan baut (CLIT).
- Membuat kontrol visual di area mesin untuk mempermudah monitoring harian.
Modul 4: Planned Maintenance & Focused Improvement
- Strategi Preventive Maintenance vs Predictive Maintenance.
- Penyusunan jadwal pemeliharaan berkala untuk menjaga keandalan mesin jangka panjang.
- Metodologi penyelesaian masalah (Kobetsu Kaizen) untuk mengatasi hambatan spesifik pada mesin.
Modul 5: Training, Safety, & Health in TPM
- Meningkatkan kompetensi teknis operator melalui pelatihan multi-skill.
- Mengintegrasikan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam setiap aktivitas pemeliharaan.
- Menyusun laporan kinerja TPM dan strategi menjaga keberlanjutan sistem (Sustainability).
Metode Pelatihan
Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan sangat praktis oleh Practis:
- Simulation Workshop: Praktik langsung menghitung dan merancang dashboard OEE.
- Gemba Observation: Berlatih menemukan potensi kegagalan mesin melalui observasi lapangan.
- Case Study Analysis: Membedah kisah sukses perusahaan yang berhasil menaikkan profit melalui implementasi TPM.
Sasaran Peserta
- Production Managers & Supervisors.
- Maintenance & Engineering Teams.
- Plant Managers & Operation Excellence Specialists.
- Quality Control & Safety Officers.
- Pemilik bisnis manufaktur yang ingin meningkatkan efisiensi pabriknya.
Instruktur Practis
Pilih Jadwal Training
Apa Kata Alumni?
Pengalaman nyata dari profesional yang telah mengikuti pelatihan Practis.


